indah cerita

indahonly™

Pake WhatsApp yuuukkk..

Waktu saya belum pake android, ada iklan ajakan dari Nokia di billboard gede sepanjang jembatan penyebrangan jalan arteri kota. Yaitu ajakan menggunakan aplikasi WhatsApp. Saya pikir ini aplikasi chatting untuk pengguna handset Nokia doang. Ternyata setelah billboard itu kini berganti, dan sekarang saya sudah menjadi pengguna aplikasi WhatsApp baru mengerti dan paham tentang what is whatsapp.

Jadi menurut wiki, WhatsApp adalah aplikasi messenger yang ada di smartphone dengan basic mirip BlackBerry Messenger. WhatsApp Messenger adalah aplikasi pesan lintas platform yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa membayar untuk SMS, karena WhatsApp Messenger menggunakan rencana data internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain, sehingga tidak menggunakan biaya untuk dapat tetap berhubungan. Aplikasi WhatsApp Messenger adalah pengiriman pesan yang menggunakan koneksi 3G atau WiFi untuk berkomunikasi tanpa harus mengeluarkan biaya. Dengan menggunakan WhatsApp, kita dapat melakukan chatting, file sharing, dan lain-lain.

Nah karena lintas platform ini, WhatsApp sangat cocok juga dijadikan sebagai aplikasi alternatif di setiap handset. Fitur chatting di beberapa handset biasanya bersifat terbatas, misalnya pengguna BlackBerry hanya bisa BBM-an sesama pengguna BlackBerry, tapi bisa juga dengan mendownload aplikasi WhatsApp ini sebagai alternatif jika ingin chatting ke pengguna handset lain yang juga telah menggunakan aplikasi Whatsapp.

WhatsApp ini juga sangat mudah. Dia langsung mendeteksi sendiri dari phone book kita, siapa-siapa yang sudah menggunakan aplikasi WhatsApp sehingga muncul di WhatsApp contact kita, tanpa perlu invite-invite lagi. Bisa bikin grup chat, push notifikasi, kirim foto, file, voice note, dll.

Nah, untuk pengguna Android, seperti saya misalnya, WhatsApp menjadi andalan. Karena data yang saya pakai berupa paket, tidak perlu memotong pulsa lagi, koneksinya berupa data atau Wifi. Aplikasi ini juga downloadnya gratis di appstore, appworld, atau android market. Aplikasi ini bersifat free trial selama satu tahun, dan untuk memperpanjang aplikasi di tahun berikutnya hanya membayar $1,99 USD/tahun atau kira-kira Rp.20.000. Yaa duit segitu buat apresiasi ke pengembang aplikasi kan gak terlalu besar ya dari kantong hehehe

 Sumber gambar : gugling

Motivasi Menulis

Kemarin, ahad 12 Feb, dateng ke acara Akademi Berbagi Palembang @AkberPLB, yang hari itu menggelar kelas tentang “motivasi menulis”. Menghadirkan Azzura Dayana, penulis novel yang salah satu judulnya Birunya Langit Cinta, dan Cinta Sang Penjaga Telaga. Awalnya mungkin terasa garing dan sedikit membuat saya berkali-kali nguap. Tapi kemudian ketika mulai memasuki dapur editor, obrol-obrolan mulai terasa cair dan mengalir. Saya juga jadi teringat pernah menulis cerpen yang berhenti di sepertiga awal, selain karena mentok juga karena sudah lewat masa tenggat. Ceritanya waktu itu pengen ikutan antologi. Tapi yasudahlah yaa, mari kita mulai bangkitkan menulis, mulai dari rajin ngapdet blog :D

 

Dari Rumah Sakit

Jadi ceritanya sejak jumat saya nungguin jaga keponakan, Hanifah 10 tahun, yang diopname gegara DBD. Saat dibawa ke UGD jumat dini hari sudah dalam kondisi setengah syok, tubuhnya dingin fan lesu. Walau hari jumat itu sempat dua kali drop, jumat malam kondisinya lebih stabil. Jumat itu hari yang cemas dan panik, denyut nadinya sempat lemah sekali (gak berasa), dan tekanan darahnya rendah.

Ini hari ke enam dirawat, alhamdulillah sudah pulih, gak panas lagi, trombosit normal, gak sakit perut lagi. Tinggal nunggu eksekusi dokternya aja untuk pulang. Aku yang jaganya aja sudah bosen. Soalnya sambil nunggu gak bisa kemana-mana. Kan pengen nonton film Jouney 2…

Silaturrahim dengan Guru

Hari kamis kemarin (2/2), setelah urusan tetek bengek perpanjang dan bikin sim kelar, saya dan Fikri mengunjungi SMA kami dulu, SMA Negeri 18 Palembang. Saya cukup excited sama penampilan sekolah ini sekarang. Dulu semua hanya ada kelas pagi, masing-masing ada 5 kelas. Tapi sekarang sudah banyak. Guru-guru baru yang tidak kami kenal juga banyak. Tapi alhamdulillah guru-guru yang mengajar kami ketika sekolah dulu sebagian masih nampak, dan masih mengenal kami, walaupun saya bukan siswa top saat itu.

Liat-liat, keliling, dan salim cium tangan ke guru-guru kami rasanya sangat luar biasa. Berasa keridhoan ilmu bertambah, harapan-harapan yang keluar dari mulut mereka adalah doa, senyum mereka adalah kebanggaan bagi kami.

Angkatan kami adalah angktan yang cukup terkenal dan pioner di berbagai kegiatan. Dan tragedi yang paling terkenal adalah angkatan kami ketika kelas 3 pernah melakukan demo dengan aksi tidak masuk ke kelas, oleh karena beberapa permasalahan dan kebijakan yang kurang pas. Setelah itu kepala sekolah mengumpulkan kami semua di aula dan melakukan tatap muka untuk saling menyampaikan pendapat kepada semua siswa kelas tiga. Sangat tegang dan alot. Guru-guru juga mungkin gak menyangka bahwa kami seberani dan sekompak itu melakukan aksi. Setelah menemukan titik kesepakatan, pertemuan hari itu diakhiri dengan salam-salaman dan maaf-maafan. Ada guru yang terlihat menahan air matanya, ada yang sudah tumpah, ada yang memeluk siswanya.

Setahun setelah kami tamat, akreditasi sekolah menurun. Menurut rumor, sejak diberlakukan tes masuk sekolah (tidak berdasarkan nilai uas dan kuota) banyak lobang-lobang tikus dari penyelenggara ujian. Dimana anak yang semestinya dianggap belum berkompeten dan tidak lulus bisa lolos masuk. wallahu ‘alam

How ever, saya tetap mencintai sekolah saya yang sedikit banyak telah mendampingi selama masa adolescent.

image

Kado Batik

Tiap ada acara perhelatan pernikahan atau walimatul’ursy teman dekat, yang terlintas dalam pikiran adalah memberi kado batik. Entah baju batik, kain batik, sarung batik, taplak meja batik, atau apa aja yang berbau batik. Rasa nasionalismeku memang suka tergelitik bhayaya. Dan ketika liburan ke Jogja kemarin jalan-jalan ke Pasar Bringharjo, banyak sekali batik-batik yang ciamik. Pilihanku jatuh pada batik sarimbit atau batik couple. Dan batik ini ternyata langsung dipake pula sampai diajak honeymoon ke KL hahaha.

Barokallah dr. Ardesy Melizah dan dr. Agung Nopriansyah, semoga pernikahannya barokah dan langgeng. Sedikit tau kisah lovestory kalian dulu bukanlah hal yang mudah untuk dilalui. Tapi ternyata kesabaran berbuah manis. Selamat! i’m proud of you two! Semoga aku bisa cepet dapet ponakan dari kalian yaaa… hehehe

 

Durian dan Duren

image

Inilah gambaran Pasar Kuto sore tadi. Saya ngidam pengen makan durian sudah sejak sebulan lalu. Harumnya semerbak di sepanjang jalan pasar. Memang ya, makan buah musiman itu paling enak, kehadirannya dirindukan hehehe. Saya beli enam, sebagian dimakan bersama di rumah, sebagian lagi dikupas untuk dibuat fla pancake. Nyummyyy…

Being 26th

Berdiri di usia 26 tahun adalah suatu hal yang luar biasa. Jika tahun kemarin adalah usia perak, maka tahun ini perak sudah satu tahun lebih tinggi usianya. Jika dihitung dengan harga jual perak plus inflasinya, maka harga perak tahun ini lebih mahal dari tahun kemarin *apasyiiihhh. Ya, tepatnya usia yang (seharusnya) makin matang. Saya merasa matang koq, di beberapa hal. Gak semuanya. Tapi ketidakmatangan di beberapa spot lain inilah yang membuat saya merasa bukan manusia semestinya di usia dua puluh enam ini.

Hari ini, 23 Januari, bagaimanapun tidak sempurnanya hidup saya, saya tetap syukuri, dan selalu berusaha untuk terus mempurnakannya. Alangkah tidak bersyukurnya saya manakala melihat sisi-sisi lebih dalam hidup saya ini yang sering terlupakan untuk disyukuri. Saat ini saya hanya ingin kembali ke fitrah saya, menjadi manusia yang penuh syukur. Selebihnya, resolusi di usia 26 tahun ini sama dengan resolusi 2012 yang telah saya buat.

Saya sadar, hakikat ulang tahun adalah berkurangnya masa hidup. Maka saya berdoa agar sisa hidup yang akan dijalani dapat lebih bermanfaat dan bernilai di mata Allah, dimana hidup ini hanya persinggahan untuk mengumpulkan perbekalan.

Ini adalah kue ulang tahun pertama yang belum pernah saya terima di 25 tahun sebelumnya. Buatan kakak perempuan saya, terimakasih ya Yuk Iin… Dan teman-teman yang telah mengirim pesan singkat di hp, whatsapp, milis, ngewall di FB, mensyen, maupun DM atas ucapan selamat dan doa-doanya saya ucapkan terimakasih banyak, semoga segala doa dan harapannya pada saya semua terkabul dan yang mendoakan dibalas dg kebaikan yang lebih lagi oleh Allah.

Dan ini adalah kado pertama yang saya terima seumur hidup sampai sekarang dari Mbak Mimi aka emak_farah. Kado yang awalnya hanya usulan untuk dibuat berupa rajutan kantung mukena ternyata beneran jadi kado buat saya hehe. Makasih ya Maaak… Sejak kecil, saya dan kakak-kakak saya memang tidak dibiasakan merayakan ulang tahun oleh orang tua, bahkan saya sendiri tidak pernah merayakannya dengan keluarga. Paling jika sedang sugih baru bisa traktir-traktir kakak teman dekat, selebihnya tidak ada. Sehingga kue dan hadiah adalah kado spesial yang sangat saya hargai dan saya senang menerimanya, besar ataupun kecil rupanya.

Postingan ini saya ikut sertakan dalam lomba Ekspresi Seru dBlogger http://dblogger.blogdetik.com/

Banyak Pikiran dua

Sementara banyak orang membicarakan tentang karir, pendidikan, pernikahan, sampai ke harta benda, sementara saya menengok pemandangan sekitar tempat tinggal saya. Sementara orang-orang mengagungkan gelar, memamerkan harta, memuja status sosial, sementara saya miris melihat pemandangan tengah kampung saya.

Pernah kan saya menceritakan salah satu kondisi di tempat tinggal saya yang berupa kampung urban. Tapi kondisi urban di kampung saya justru lebih muncul dampak mengerikannya. Seorang asisten rumah tangga kami (baca: pembantu) tinggal di tengah keriuhan kampung. Dia punya tetangga datangan, bukan penduduk asli sini. Dia bercerita bahwa anak tetangganya yang gadis sekitar umur 12 tahun pernah tidak pulang seminggu, dan kemudian ditemukan berada di pasar sedang mojok-mojok bersama anak-anak sebaya seumuran lainnya. Ditanya ngapain ada di sana, jawabnya nemenin om-om trus nanti dikasih uang dua puluh ribu. Pernah juga diajak pacar-pacaran, dirayu sama teman-teman yang lebih tua darinya untuk malem mingguan di BKB (salah satu plasa kota). Pernah juga saat anak itu membawa hp bapaknya dan ditemukan asisten rumah tangga kami itu kedapetan video bo-kep di dalamnya. Dan satu lagi laporan bahwa anak tersebut pernah juga kepergok ngelem di belakang rumahnya. Saya yang mendengar hal ini kemudian pening.

Adiknya si gadis beranjak usia 12 tahun itu sekarang (sudah beberapa bulan) bekerja di rumah kakak saya. Karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan, maka beberapa anak (kakak dan adiknya) tidur sekamar, anak laki-laki dan perempuan campur. Dia sendiri yang bercerita kalau sekarang dia males tidur di kamar, mending tidur di luar (di ruang tamu), karena kakak laki-lainya yang pertama suka meraba-rabanya jika sedang tidur. M-E-N-G-E-R-I-K-A-N-!-!-!-!-!

Dan cerita yang paling h-o-t yang saya terima setelah pulang dari Jogja adalah, ada seorang mamang becak yang umurnya mungkin sebaya saya, pernah menurunkan sepan/celananya di hadapan asisten rumah tangga kakak saya yang masih cilik itu. Dan itu sudah terjadi dua kali. Saat dia pulang dari warung, mukanya pucat dan hanya diam saja sepanjang siang, hingga sorenya coba diajak biacara dan ditanya, dia menceritakan kejadian tadi. Pengasuh anak kakak saya itu umurnya sekitar 10 tahun. Dan kami sekeluarga kemudian pening. Mamang becak itu selama ini gak pernah ada catatan hitam dari kami, terhitung suka membantu dan gak banyak tingkah, walau sekilasan kelihatan dongok. Setelah kejadian itu, yang kami pikirkan adalah bagaimana cara memprotek atau menjaga anak-anak atau keponakan saya yang perempuan-perempuan ini dari hal-hal buruk.

ya Allah, lindungilah aku dan keluagaku dan saudara-saudariku dari kejahatan makhlukMu… jauhkanlah kami dari sifat buruk… dan jauhkan kami dari marabahaya… amiiin

Banyak Pikiran Satu

Tiga pekan saya tidak berada di Palembang, dan pulang melihat salah satu keponakan saya yang berusia 6 tahun jadi kurus ceking dan mukanya luncuk. Katanya sakit-sakitan terus, suka muntah atau kadang-kadang panas. Selidik punya selidik, ada suspek anak ini punya shock pada psikisnya. Yang paling mungkin adalah, tidak siapnya dia ditinggalkan sang pengasuhnya yang resign dengan cara yang kurang mengenakkan dan sangat tiba-tiba. Jujur saya sangat sedih sekali saat ibunya bilang bahwa pernah pada suatu malam dia terbangun dan mengatakan bahwa dia ingin disuapin makan sama pengasuhnya itu. Bagaimana hati orang tua tidak sedih atas pernyataan anak tersebut. Setelah dicrosschek ternyata sang pengasuh pada malam yang sama juga sedang mengingat-ingat keponakan saya itu, katakanlah ada rasa kangen. Seingat saya, sesaat sebelum keponakan saya tersebut lahir, sang pengasuh sudah mulai bekerja di rumah kakak saya. Jadi sudah enam tahun lebih dia bekerja sebagai pengasuh. Terus terang saya sangat kasihan melihat keponakan saya itu. Sesekali mantan pengasuhnya itu memang datang, karena memang ada rasa kangen dengan keponakan saya itu. Keponakan ku itu juga senang dikunjungi, malah minta dimandikan segala.

Kasihan deh beneran. Banyak sekali yang harus diperbaiki dalam mendidik anak, terlebih untuk psikis healingnya sendiri saat ini. Tapi saya pernah menonton film Nanny’s Diaries saat di ujung atau akhir cerita, si Nanny ini juga akhirnya resign, dan si anak sangat kehilangan si Nanny. Namun lambat laun saat orang tuanya mencurahkan kasih sayangnya full untuk si anak. Nama si Nanny tidak lagi di sebut-sebut oleh si anak, dan kemudian anak  tetap tumbuh dengan baik. Tapi gak tau juga ya penjelasan healing psikisnya si anak dalam film tersebut gimana. Yang jelas, ortu harus mencurahkan waktu sebanyak yang diberikan oleh si Nanny.

Catatan Gigi Bungsu

Gigi bungsu, atau gigi geraham ketiga, atau gigi molar ketiga, atau the wisdom teeth, yang tumbuh dengan posisi abnormal di rahang kiri bawahku kini sudah dieksekusi. Kebetulan gigi bungsu ini letak tumbuhnya paling belakang dan erupsi atau muncul paling terakhir. Dan posisinya di dalam ahang miring horizontal seperti pada gambar. Mengapa saya cabut? Sebetulnya saya sudah mengetahui posisi yang abnormal ini sejak tiga tahun lalu, tapi baru sekarang berani mengeksekusinya atau dicabut, istilah kerennya odontektomi. Gigi impaksi ini menurut perkiraan saya suatu saat akan menimbulkan rasa sakit yang bisa jadi disebabkan oleh pertumbuhannya yang menumbur gigi geraham di depannya, atau sakit oleh karies karena gigi ini sudah muncul sedikit. Maka dari itu, mumpung ada waktu luang sekarang dan kebetulan di Jogja, saya eksekusi aja di RSGM (rumah sakit gigi dan mulut) FKG UGM.

Mengapa sih mesti di Jogja? Mengapa gak di Palembang aja? Yaaa, gak mesti sih. Tapi kebetulan aja lagi di Jogja. Di Palembang, biaya mencabut gigi bungsu seperti punya saya ini bisa menyentuh angka 1.4 juta, sedangkan di RSGM itu 1 juta jika yang mengerjakannya dokter gigi spesialis bedah mulut, atau kisaran 500-750rb jika yang mengerjakannya residen bedah mulut, bahkan terakhirnya saya cukup membayar 500rb. Dan sesuai rencana, saya memilih untuk dikerjakan oleh residen saja.

Saya datang pagi sekitar jam setengah 9, mendaftar seperti biasa. Ini kali pertamanya saya ke RSGM untuk perawatan. Sempet deg-degan juga, cemas, atau gimanaaa gitu rasanya. Aneh ya, padahal saya juga sudah sering keluar masuk klinik gigi dulu. Setelah saya menemui residennya, saya ditanya-tanya dan ditensi. Ternyata tensi saya tinggi. Asli nepok jidad beneran. Ternyata kecemasan saya keliatan dari hasil tensi, selain letak kamar operasinya ada di lantai tiga (padahal naik lift). Jadi saya dicoba untuk istirahat sekitar 15 menit. Sembari berbaring di dental chair, saya coba baca-baca ayat quran sambil mengatur nafas, dan berdoa semoga tensi saya turun agar hari ini bisa dieksekusi. Dokter gigi yang menangani saya namanya drg Arichi Halmaher. Dan setelah diperiksa kedua kali, barulah tensi saya normal. Bhehehe.

Saya mulai dianestesi blok mandibula. Saya sudah gak liat lagi deh disuntik pake spet atau cito jet. Pokoknya saya sudah pasrah. beberapa menit kemudian, bibir mulai tidak berasa lagi, dan muka saya ditutup pake duk (gak tau nih duk atau dub) sehingga yang terlihat hanya bagian mulut saya. Setelah itu yang saya hanya bisa mendengar tanpa merasakan apa-apa bahwa gusi saya sudah dibedel sana sini hehehe (bikin agak horor ah), sumpah gak berasa lagi kok. Yang bagian agak terasa bising adalah ketika dokter mulai membur tulang, dikarenakan giginya masih berada di dalam tulang. Nah ini bagian yang lama. Saya sih gak ngitung berapa lama, tapi kayaknya banyak darahnya, sebab beberapa kali dokter menyuruh koas yang jadi asisten untuk meng-suction (menyedot) cairan di mulut saya. Setelah hilang bunyi bur, dokter tinggal membeind atau mencungkil giginya dan ini juga ada sekali terasa berdenyut sakit. Dan kemudian ku pikir selesai. Iya selesai sih, dan ditutup dengan jahitan hahahaha.

Tidak bermaksud buat cerita horor looh.. tapi itu kenyataan. Gak sakit koq swear. Dan setelahnya aja paling rasa-rasa gak nyaman atau pusing-pusing sedikit. Itu pun sudah diantisipasi dengan obat-obatan yang sudah diresepkan. Nah, bagi yang sudah dianjurkan atau terindikasi untuk cabut gigi bungsu, menabunglah, dan persiapkan diri dengan seksama. Halaaaaaahh….

 

Facebook Malware

Bebera waktu yang lalu akun facebook saya tidak bisa di-login. Saya tidak tahu apa penyebabnya. Tapi yang pasti di sana tertera tulisan yang menyatakan bahwa akun saya suspen malware. Kira-kira maksudnya akun saya itu terinfeksi virus. Saya pusing tujuh keliling. Sampai-sampai harus selalu mantau akun saya via akun keponakan, siapa tahu ada yang menyalahgunakannya. Setelah saya baca-baca FAQnya, kemudian saya mencoba mereset password. Dan berhasil. Tapi tetap tidak bisa login. Akhirnya akun saya biarkan kira-kira seminggu, sambil terus dipantau. Saya kekeuh gak mau bikin akun baru karena akun ini namanya khas trademark saya *pingsan*. Kalo gak salah saya pernah bertanya pada mas Donny BU dan mas Terren via twitter, keduanya menyatakan gak bisa dipakai lagi, walau mas Terren sempat menawarkan diri untuk mengotak-atik akun. Saya gak tahu apakah mas Terren sempat mengotak-atiknya atau tidak, karena tidak ada konfirmasi lagi dari beliau.

Setelah otak-atik, dan coba beberapa kali reset password lagi, tetep aja gak bisa login. Suatu kali saya coba diskonek dan connect internet lagi. Kemudian saya buka halaman facebook, memasukkan alamat email dan password seperti biasa dan klik login. Muncullah gambar dibawah ini. Coba saja saya teruskan instruksinya dengan mengklik “next”. Nah pada saat ada tulisan dengan instruksi meng-scan komputer dengan antivirus, ya saya centang saja “already done” (padahal belom sama sekali), dan kemudian… tadaaaa…. saya bisa login. Bhahahaha…

Terus terang, saya sama sekali gak punya dan gak ngerti penjelasan ilmiahnya mengapa bisa terjadi demikian. Tapi belajar dari berbagai pengalaman teman-teman yang lain, maka sebab akun terblock ada beberapa kemungkinan. Antara lain, memang ada orang yang sengaja mereset password anda, oleh karena itu lebih baik tidak mencantumkan alamat email yang dipakai untuk login facebook di profil anda. Kemungkinan lain yaitu memang ada semacam malware, bisa diindikasikan dari pernah atau seringnya akun anda mengirim link-link yang tidak anda kirimkan lewat kolom chatting. Maka segeralah ganti password anda. Bikin password sebetulnya gak mesti susah, tapi sebaiknya berupa kombinasi huruf dan angka. Oh iya, tentang ganti password secara berkala ini sepertinya berlaku untuk semua akun ya, misalnya email, akun social network, dll.

Kalau anda memang sayang sama akun anda yang telah anda bangun dari nol dan mengumpulkan kawan-kawan lama, maka pertahankanlah. Gunakan segala cara agar bisa aktif kembali.

Hari ke 16

Ya, ini adalah hari ke 16 saya di Jogja, ternyata sudah seminggu lebih. Setiap hari kerjaannya anter jemput keponakan-keponakan sekolah-les, masak makan siang, nyuci-nyetrika. Jadi jangan heran jika kadang-kadang keluhan saya adalah tumpukan setrikaan yang bikin pegel hehehe. Ini bukan curhat, cuma mau cerita-cerita aja. Terus terang, saya di rumah sendiri itu selalu dibantu oleh asisten rumah tangga, terutama dalam hal cuci-setrika. Sedangkan urusan masak-memasak sip-sipan sama mbak saya. Nah, ini saya menggantikan full peran asisten rumah tangganya kakak perempuan saya di Jogja, dikarenakan dia sedang cuti menikah. Sebetulnya cukup ringan sih, keponakan-keponakan saya juga sudah cukup besar, kelas 6 dan 2 SD, jadi gak perlu dikasih dot atau digendong kalau mau tidur. Jadi bisa ditinggal sembari masak atau nyetrika. Makan mereka juga gak repot, seleranya sama kayak saya, asal gak pedes.

Anyway, pekerjaan rumah yang sudah semiggu lebih saya lakoni ini memberikan banyak pelatihan buat saya, terutama dalam pernak-pernik rumah tangga. Saya sih seneng-seneng aja. Sampai beberapa ruas jalan sudah mulai ku hafal juga, jadi bisa motoran sendiri pas weekend hehehe.