Tibalah juga kirab obor SEA GAMES 2011 di propinsi terakhir, Sumatera Selatan, 7 November 2011. Pukul 7.30 am kapal Tunas Wisesa 03 sudah terlihat dari kejauhan dermaga Pelabuhan Boom Baru Palembang. Dan berkisar pukul 8 am, kapal telah berhasil merapat. Disambut oleh ratusan pelajar Palembang dan masyarakat sekitar yang sangat antusias untuk mendukung Indonesia sepenuhnya di laga SEA Games 2011. Yel-yel dukung Indonesia meramaikan acara penyambutan obor SEA Games tersebut.
Keuntungan datang kepagian adalah bisa mendapatkan momen cantik seperti ini
Klub motor Harley Davidson Palembang diwawancarai oleh PAL TV
Kapal Tunas Wisesa 03 membawa rombongan dari Jakarta
Kapal Tunas Wisesa 03 sesaat akan merapat ke dermaga
Persiapan Marchingband
Kelompok penari Prajurit Obor Sriwijaya. (photographed by @itikkecil)
Obor SEA Games 2011 yang dibawa dari Jakarta setelah berkeliling ke beberapa kota lainnya dipegang oleh Icuk Sugiarto sebagai torch ambassador yang akan diserahkan kepada pemegang obor selanjutnya. Icuk Sugiarto adalah seorang mantan atlit bulu tangkis yang berprestasi pada masanya.
Icuk Sugiarto sesaat akan menyerahkan obor. (photographed by @itikkecil)
Rombongan pembawa obor dari Jakarta ini kemudian disambut oleh Tarian Prajurit Obor Sriwijaya. Setelah selesai, obor langsung diserahkan Icuk kepada ketua Inasoc pusat Rahmat Gobal, dan kemudian diserahkan kepada Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin sebagai tuan rumah penyelenggaraan pembukaan SEA Games 2011. Dari tangan Gubernur diserahkan kembali kepada ketua Inasoc Sumsel, selanjutnya berpindahh tangan lagi ke Wakil Walikota Palembang, Romi Herton. Dari wakil walikota ini baru diserahkan kepada torch ambassador Sumsel, Abbas Akbar, yang merupakan seorang mantan atlit pencak silat kebanggaan Sumatera Selatan.
Abas Akbar, sesaat sebelum memulai kirab obor SEA Games 2011
Setalah serah terima obor kepada duta obor SEA Games 2011, kirab pun dimulai berkeliling kota Palembang, dan kemudian diteruskan ke beberapa kabupaten di Sumatera Selatan. Obor akan kembali lagi ke kota Palembang tepat pada hari pembukaan SEA Games 2011 berlangsung pada 11 November 2011. Terus DUKUNG INDONESIA!!!!
@itikkecil memunggungi lambung kapal
Apa yang terjadi dalam mulut mereka?
Usia 6 tahun merupakan masa gigi campuran dimana pada usia ini gigi susu dan gigi tetap berada di dalam mulut secara bersamaan.
Pada umur 6 tahun, gigi tetap yang pertama tumbuh adalah gigi geraham. Gigi ini tumbuh di bagian belakang. Sangat penting untuk menjaga supaya gigi ini tetap bersih dan sehat, karena merupakan gigi yang paling sering berlubang. Gigi geraham ini berlum sepenuhnya dewasa, sehingga strukturnya belum kuat. Pada saat yang sama, gigi-gigi seri tetap tumbuh menggantikan gigi-gigi seri susu.
Gigi susu akan goyang dan tanggal pada periode ini. Akarnya akan tersopsi secara bertaham sampai akhirnya gigi tersebut tanggal (atau dapat dicabut dengan mudah).
Gigi tetap akan tumbuh di dalam mulut pada periode ini. Gigi baru ini sangat penting untuk dijaga kebersihannya, karena belum sepenunya dewasa sehingga lebih rentan terhadap terjadinya lubang.
Pada usia 12 tahun, biasanya gigi susu terakhir tanggal dan pada usia ini anak biasanya sudah memiliki 28 gigi tetap. Empat gigi terakhir atau gigi geraham bungsu akan tumbuh di antara usia 18-25 tahun.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
- Pada usia ini anak sudah dapat menyikat gigi mereka sendiri. Namun mereka tetap memerlukan bantuan anda untuk membantu menerapkan kebiasaan menyikat gigi dengan baik dan teratur.
- Anda harus menerapkan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malam kepada anak anda, sebab kebersihan mulut dan gigi sangat penting pada periode ini. Adanya campuran gigi susu dan tetap di mulut membuat gigi anak pada periode ini lebih rentan. Gigi berlubang kerap terjadi pada anak yang gemar mengkonsumsi makanan yang manis dan lengket.
- Gunakan sikat gigi khusus anak. Sikat gigi ini memiliki kepala sikat yang sesuai dengan ukuran mulut anak.
- Gunakan pasta gigi dengan jumlah yang tepat. Pada umur ini, anak sudah bisa menggunakan pasta gigi dewasa, anda bisa menggunakan pasta gigi khusus anak dengan kandungan fluoride sesuai dan memiliki rasa yang disukai anak.
Sumber: disalin dari flyer Pepsodent.
Apa yang terjadi di dalam mulut mereka?
Anak anda seharusnya sudah memiliki 20 gigi susu yang lengkap. Email gigi anak sangat rentan untuk mengalami kerusakan, karena tidak sekuat gigi dewasa. Gigi berlubang dan penyakit pada gigi susu dapat berlanjut ketika gigi dewasa tumbuh.
Meskipun nantinya akan tanggal, gigi susu penting untuk dijaga karena :
- Gigi susu mempunyai peran penting untuk mencerna makanan. Gigi susu berguna untuk menggigit, mengunyah, serta melumatkan makanan.
- Gigi susu berguna sebagai pedoman bagi tumbuhnya gigi dewasa. Jika gigi susu tanggal sebelum waktunya karena pembusukan, maka kemungkinan gigi dewasa tumbuh tidak beraturan semakin besar.
- Gigi susu berpengaruh dalam perkembangan wajah dan otot rahang.
Apa yang sebaiknya dilakukan?
- Pada usia ini, anak pada umumnya sudah dapat memegang sikat gigi dan dapat menyikat gigi sendiri. Akan tetapi, pengawasan orang tua tetap dibutuhkan untuk memastikan mereka menyikat giginya dengan benar.
- Hal yang paling penting dilakukan adalah menyikat gigi di waktu yang tepat yaitu pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
- Anda dapat membantu anak anda dengan memberikan sikat gigi khusus anak dengan bulu sikat lembut. Sikat gigi ini memiliki kepala sikat kecil yang sesuai dengan ukuran mulut anak.
- Sikatlah gigi anak anda dengan pasta gigi berfluoride. Lebih baik lagi jika anda menggunakan pasta gigi khusus anak dengan kandungan fluoride yang sesuai untuk anak, serta tersedia dalam pilihan rasa yang disukai anak.
Sumber: disalin dari flyer Pepsodent.
Masih ingatkah tentang blog pertamamu, dan apa yang kamu tulis pertama kali?? Sejujurnya saya tidak ingat. Tapi beginilah hasil rutinitas menulis blog dan bergaul dengan sesama pemakai blog lainnya: “saya adalah bukan saya yang dulu“.
Pertama kali saya ngeblog dan membuat blog saat Friendster memunculkan fasilitas blog. Kala itu masih doyan bolak-balik warnet. Awalnya saya diinvite teman untuk membuat blog. Saya yang gak paham dengan blog jadi ikut-ikutan membuat, dan perlahan saya mulai mengerti satu hal: blog layaknya note yang mempunyai page tersendiri di Friendster. Karena mulai senang googling dan tiap kali bertemu artikel yang menarik hampir selalu muncul dari blog multiply.com, lalu saya pun membuat akun sediri di sini. Dan resmilah saya menjadi blogger yang sangat senang sekali blogwalking, follow, komen di blog orang, dan akan bertambah kebahagiaan saya ketika ada yang mengomentari postingan-postingan saya, dimana postingan saya pada saat itu hanya curcol atau sharing tulisan dan kopipaste semata hahaha.
Kemudian, saya mulai mengenal wordpress, dan tanpa ragu membuat juga akun di sana. Tapi karena kurang familiar, dan akan sangat sulit mengumpulkan pembaca dan follower baru, maka saya tetap konsisten menulis di multiply. Sampai akhirnya tahun 2008 saya mengenal Komunitas Blogger Wongkito dari teman chat saya Hadi Suprihatin, yang juga sebagai backup dan tempat bertanya ketika akan “Pecah Telok”. Komunitas ini lebih banyak bercengkrama dan berkegiatan di milis. Namun untuk join di milis, saya harus melakukan ritual “pecah telok” tersebut.
Apa itu pecah telok?
Pecah telok adalah suatu istilah ritual perkenalan di milis Komunitas blogger Wong Kito, memperkenalkan diri secara unik dan tentunya secara lengkap dengan menunjukkan kreatifitas yang dimiliki agar thread pecah telok tersebut menarik dibaca. Kalau tidak salah hari itu bertepatan dengan hari Kartini, dan saya posting thread pecah telok tersebut kira-kira jam 10-an pm. Saya pikir mungkin akan ada yang mer-reply besok pagi saat jam kerja. Ketika saya tinggal pipis dan kembali lagi ke depan PC, ternyata sudah ada 10 reply yang masuk. Woooooh yang jadi kalong gak hanya saya sendiri rupanya. Dan mulai malam itu saya merasa akrab dengan mereka di dunia maya, padahal belum pernah bertemu seorang pun dari mereka di dunia sebenarnya. Dan berkat ngeblog, saya jadi mengerti berinteraksi langsung di milis, yang sebelumnya hanya join-join saja untuk membaca informasi, bahkan sekarang tahu ternyata di milis juga bisa saling lempar kursi. Betapa culunnya saya dulu.
Dikarenakan Komunitas Blogger Wong Kito mengadakan acara Blogger’s Day kemudian saya tahu ada komunitas blogger di Palembang. Tentunya saya turut hadir di acara tersbut. Dan hari itu adalah hari pertama saya kopdar serta memaknai secara seksama makna ‘kopdar’. Dan saya ketemu orang-orang hebat di sana. Antara lain pembicara hari itu adalah mas Enda Nasution. Pada masa itu (tahun 2008) blogger penggawa sedang gencar-gencarnya mempromosikan blog, mengajak orang sebanyak-banyaknya untuk aktif menulis, bahkan apapun bentuk tulisannya. Mulai dari tulisan curcol, puisi, pengalaman, hikmah, IT, sharing, report dari citizen journalism, dan lain-lain. Bahkan saya sempat memasang badge “Ayo Ngeblog” turut serta menularkan virus ngeblog ke teman-teman. Hingga akhirnya tanggal 27 Oktober ditetapkan menjadi Hari Blogger, saya pun bangga menjadi salah satu blogger yang hidup di Indonesia ini. Tepatlah, pesta blogger tahun 2008 mengusung tema “blogging for society“.
Blogger sejati tentu harus mempunyai eksistensi diri baik di dunia maya maupun dunia nyata. Maka berbagai kegiatan di komunitas blogger mulai saya ikuti dan nikmati. Event besar yang pernah diadakan antara lain: Wong Kito Goes to School (WKGTS), suatu acara perkenalan blog ke anak-anak SMA yang sudah dipilih dengan berbagai pertimbangan. WKGTS ini sudah berjalan ke beberapa sekolah. Kemudian beberapa kegiatan sosial mandiri saat beberapa bencana menimpa sejumlah penduduk di Kota Palembang dan sekitarnya. Ada juga Wong Kito Sehari Di Panti Asuhan (WSDPA), merupakan acara sosial komunitas ke beberapa panti asuhan secara berkala, dengan memberikan materi-materi ringan, games, bahkan penyuluhan tentang kesehatan gigi (dikarenakan ada anggota komunitas yang calon drg). Selain itu juga pernah menjadi local committee dari beberapa roadshow, antara lain Pesta blogger 2009, Bloggilicious, ON OFF id, dan beberapa acara meet and great lainnya. Talkshow di beberapa radio, undangan untuk melatih dan menjadi tutor pelatihan blog di kampus-kampus juga. Dulu pernah ada event Celimpungan, celingak-celinguk mumpung gratisan, yaitu jalan-jalan ke objek pandang tertentu di sudut kota sambil berakrab ria dan foto-foto narsis. Dan akhir-akhir ini ada juga JJW, jalan-jalan Wong Kito. Yaitu jalan-jalan ke situs-situs tertentu di kota untuk mengenal Palembang lebih dekat untuk kemudian dijadikan bahan tulisan di blog. Dan banyak kegiatan lainnya.
Ah memang indah mengenang masa-masa lalu, masa awal yang semangat-semangatnya berkreatifitas (hingga sekarang masih koq). Saat-saat nongkrong di angkringan misalnya, sekarang sih angkringannya sudah gak ada lagi. Dan saya mulai sangat akrab dengan teman-teman lain walau jarang bertemu face to face. Berkat ngeblog, saya juga bisa bertemu dan kenal dengan orang-orang hebat, dan tentunya banyak menimba ilmu dan pengalaman dari mereka. Komunitas menjadikan saya jadi lebih dewasa dalam memilih dan memilah informasi.
Dan setelah nyemplung di micro blogging pun, sebut saja plurk dan twitter, saya jadi bisa menaikkan kecepatan dalam mengakses informasi, dan sekali lagi, jadi (sedikit) mengenal lebih dekat dengan orang-orang hebat. Blog sendiri yang lebih banyak saya jadikan tempat curhat, ternyata melatih saya untuk memilih kata-kata lebih arif, melatih karsa saya agar lebih indah, melatih sisi humanity saya agar mampu lebih menyentuh hati. Memang, saya bukan blogger hebat dan terkenal. Saya lahir dari kesederhanaan, dan sampai hari ini juga saya masih melihat tulisan saya yang sederhana (baca: tidak berbobot). Saya hanya punya feel untuk menulis, membagi pengalaman, dan menuangkan rasa dalam bentuk kata dan kalimat.
Saya memang agak kurang konsisten dalam ngeblog, buktinya saya pernah berpindah-pindah blog dan mempunyai beragam akun. Sampai akhirnya saya belajar memahami trademark diri dan membawa id indahonly™ kemanapun saya ngeblog. Berkat ngeblog saya belajar mengoprek hal teknis di blog, sesuatu yang saya gemari. Misalnya mengoprek domain pribadi seperti yang saya punya sekarang. Walau selama saya punya blog belum pernah memenangkan kontes menulis di blog sekalipun. Eh pernah ding satu, tulisan yang ini sempat mendapat hadiah bingkisan, itu juga gak sengaja, tulisannya di ranking ke 31 hehehe. Kebetulan saya curcol di blog lalu beberapa pekan kemudian keluar announce tentang kontes tersebut. Alhamdulillah, berkat blog saya mempunyai keberanian untuk mencoba berkompetisi walau belum pernah menjadi pemenang. Namun bagaimana pun, yang paling utama berkat ngeblog saya bisa menjadi diri saya sendiri dan ikhlas berbagi.
Sampai hari ini, obsesi terbesar saya bersama blog adalah tetap menulis blog walau dalam keadaan susah maunpun senang, dalam kondisi sehat maupun sakit, dalam keadaan putus asa maupun inspiratif, dalam kondisi berjuang maupun santai. Anywhere, everywhere.
WongKito Blogger's Day 2008
Salah satu caption Wong Kito Goes to School
Nobar Blogger Wong Kito
Apa yang terjadi di dalam mulut mereka?
Gigi pertama bayi biasanya muncul antara bulan kelima dan delapan. Gigi anak akan terus tumbuh sampai mereka berusia sekitar 3 tahun, dan berjumlah 20 gigi.
Apa yang harus dilakukan?
- Anda harus mulai membersihkan gigi dan gusi bayi anda bahkan sebelum gigi pertamanya tumbuh. Hal ini tidak hanya membersihkan sisa makanan dan bakteri, namun juga dapat membantu menciptakan kebiasaan menyikat gigi pagi dan malam bagi anak anda.
- Bersihkan gigi dan gusi dengan lembut pada pagi dan malam hari. Gunakan saja handuk basah atau sikat gigi bayi yang berbulu sikat lembut. Bersihkan teruama menjelang tidur.
- Hindari kebiasaan memberi minum jus atau susu pada anak menjelang tidur, karena apat menyebabkan terjadinya lubang pada gigi. Gigi akan terendam cairan sepanjang malam, sehingga memungkinkan bakteri penyebab gigi berlubang berkembang biak lebih banyak. Solusi terbaik adalah tidak memberikan susu dalam botol, pada saat anak tidur atau bila perlu ganti dengan air putih, berikan air putih di malam hari.
Sumber: disalin dari flyer Pepsodent.

Produser : Putut Widjanarko
Produksi : Mizan Productions & Falcon Pictures
Pemain : Revalina S. Temat, Lukman Sardi, Ferry Salim, Feby Fabiola, Helmalai Putri, Indro Warkop, Sujiwo Tejo
Sutradara : John De Rantau
Seperti biasa, setiap menonton film Indonesia saya tidak (belum) berharap ekspektasi yang besar dan berharap keajaiban terjadi dalam hidup saya setelah itu *jiaaaaaaaaaaah. Film Semesta Mendukung (Mestakung) menceritakan tentang kumpulan anak-anak Indonesia yang cerdas yang bisa mengharumkan nama bangsanya. Tapi dibalik kecerdasan maupun kemenangan yang mereka peroleh, ada banyak pengalaman dan halang rintangan yang mereka hadapi. Mulai dari hambatan biaya, hambatan restu orang tua, maupun terbatasnya logistik ketika masa karantina dimana mereka seyogyanya berlatih dan belajar keras.
Fisika adalah ilmu terapan dimana logika adalah pangkalnya dan matematika adalah alat hitungnya. Saya juga naksir sama guru fisika saya, eh maksude sama fisika ketika duduk dibangku SMA, dan juga selalu puas dengan nilai fisika saya ketika SMP. Pada saat SMP memang saya kedapetan guru yang konvensional, guru sisa jaman jahiliah yang tidak menerapkannya dalam konsep riil. Tapi suatu anugerah ketika duduk di bangku SMA dan kenal dengan guru fisika yang cerdas-cerdas.
Satu kutipan dalam film ini “Rajin-rajinlah engkau sholat, maka Gusti Allah akan mengabulkan keinginanmu“. Secara umum film ini bagus, tapi ada beberapa scene cerita yang terpotong, atau terlompati. Bahkan dari yang saya tonton, ada tahap-tahap yang tidak dibuat halus. Sebetulnya saya tidak tahu apakah film ini dibuat based on true story atau true story dengan beberapa perubahan. Misalnya begini, setahu saya untuk masuk ke tim olimpiade internasional, seorang siswa tidak sekonyong-konyong terpilih begitu saja. Namun tetap harus melalui seleksi, antaralain seleksi olimpiade tingkat provinsi dan seleksi tingkat nasional. Correct me if i am wrong.
Over all : 6/10
Orang kreatif ingin mengetahui segala hal: sejarah kuno, matematika abad 19, teknologi mesin terbaru, merangkai bunga, dan merancang masa depan. Karena dia tak pernah tahu kapan ide-ide tersebut bisa muncul dan membentuk ide baru. Bisa enam menit lagi atau enam bulan lagi, atau malah masih enam tahun lagi. Namun, dia percaya hal itu akan terjadi.”
— Carl Ally, co-founder Ally & Gargano, salah satu biro periklanan paling terkemuka tahun 1960-1970-an.
Buku Mestakung
Begitulah kutipan yang tiba-tiba saja terbuka saat saya hendak membuka-buka buku Mestakung karya Prof.Yohanes Surya, saya beli buku ini tahun 2007. Saya ingat, betapa saya tergila-gila dengan fisika saat SMA. Satu kesalahan besar saya dalam kegilaan tersebut adalah tidak menerapkannya langsung pada benda-benda maupun kehidupan, tapi saya tenggelam dalam kegilaan belajar rumus dan angka. Tapi saya bangga, saat salah seorang murid yang berasal dari salah satu SMA swasta di Palembang ini yang bisa turut menyumbang medali emas.
Anyway, itu sekedar intro sahaja 
Aku sudah lupa bagaimana berpuisi,
bagaimana mengimprovisasi rasa,
bagaimana membuai karsa.
Aku kehilangan sebagian nyawaku, yang kau bawa terbang.
Dan aku sudah lupa bagaimana berpuisi.
Hujan hari ini menyadarkanku tentang satu hal,
bahwa banyak cinta bertebaran di muka bumi ini.
Tapi sangkalan selalu datang, aku hanya ingin mencintaimu.
Dan eksploitasi kata-kata dalam rimba karsa senyap sudah.
Aku ingin lahir kembali, dengan diriku yang lain.

Jenis film : Animasi
Produser : Denise Ream
Produksi : Walt Disney Pictures
Durasi : 112 menit
Alhamdulillah dapet kesempetan nonton gratis dari Huang, katanya sih dia dapet pas acara Pocarion-nya Pocari, tapi gak bisa hadir di sesi nobar. Akhirnya, daku yang mendapatkannya dari pengumuman di twitter hehehe.
Awalnya saya agak bosan, karena saya gak ngerti ini film tentang apa, dan juga sebelumnya saya memang gak sempat baca-baca review atau nonton thrillernya. Tapi ya sudah. Lama-lama ini film lucu dan seru juga.
Ceritanya ini tentang kehidupan seorang mobil Lightning McQueen yang terkenal karena kerap menjadi juara di arena balap. McQueen ini mempunyai satu tim yang solid dan kompak yang akan dibawanya ke pertandingan Grand Prix kelas dunia. Seorang sahabat dalam timnya bernama Mater, seorang truk derek yang cuek, ndeso, tapi lucu. Dan ketika akan mengikuti pertandingan, Mater terjebak dalam penyelidikan sabotase pertandingan yang sama sekali tidak diketahuinya. Sampai di sini, film ini jadi lebih serius tapi tetap dibumbui kekonyolan yang lucu. Sebuah informasi akan adanya sabotase diketahui dari seorang informan yang infonya disimpan dalam sebuah chip. Tapi informan ini diketahui posisinya oleh beberapa mafia yang akan menyabotase. Sebelum mati dikeroyok, informan ini sempat menempelkan chip itu ke bawah mobil Mater. Dari sana Mater akhirnya dikawani oleh dua orang detektif penyidik.
Nilai persahabatan, nilai kepercayaan, dan nilai dedikasi adalah tiga goal utama yang ingin disampaikan. Lucu deh. Tapi, percakapannya cepat sekali, sehingga saya juga agak ngos-ngosan baca subtitlenya hehehe. Animasi filmnya sih biasa aja, gak ada yang terlalu menonjol. Mungkin ini disebabkan saya menonton yang versi biasa, bukan 3D.
Anyway, nilainya 7 dari 10.
Ini adalah obrolan beberapa wanita muda di mobil dalam perjalanan dari simpang empat PIM sampai ke PTC mall. Mulai dari membahas Ayu Ting Ting, sampai ke keperawanan. Diawali dengan kehebohan artis DP yang operasi keperawanan.

Apasih pentingnya “berdarah” pada malam pertama setelah pernikahan? Pertanyaan itu kemudian dihamburi dengan berbagai statement. Mulai dari teori “berdarah” itu sendiri, sebab berdarah, perbedaan perempuan yang bisa berdarah dan tidak/belum berdarah. Hingga muncul salah satu statement bahwa “berdarah” adalah tanda perempuan yang dinikahinya itu perawan. Betul sih, tapi tidak selalu lho. Di beberapa keluarga atau di beberapa pasangan, ternyata ada yang dari mereka mempermasalahkan perihal ‘berdarah’ atau tidak. Penyebab seorang perempuan tidak ‘berdarah’ sangat multifaktorial, mulai dari sebab yang disengaja, maupun tidak sengaja. Sebab disengaja misalnya karena dia sudah menikah atau telah berhubungan intim sebelumnya. Sedangkan faktor tidak sengaja misalnya selaputnya terlalu tebal sehingga tidak mudah sobek, atau sebetulnya sudah sobek tapi memang tidak ada darahnya. Bisa jadi juga selaputnya sudah robek duluan oleh karena kecelakaan, cedera, atau trauma.
Jadi intinya, penerimaan suami terhadap istri setelah malam pertama itu, ‘berdarah’ ataupun tidak berdarah adalah hal yang paling utama. Jika memang keperawanan itu sangat penting untuk diketahui, maka tanyakanlah pada pasangannya itu sebelum menikah agar tidak terjadi penyesalan. Tapi jika setelah ditanyapun ternyata setelah menikah masih tidak ‘berdarah’, maka terimalah istrimu itu dengan sebab apapun yang tidak suami ketahui, atau bahkan kedua pasangan tersebut sama-sama tidak tahu. Ini akan sangat berguna bagi psikis masing-masing pasangan, apalagi jika dalam pernikahan mereka mempunyai cara pandang untuk masa depan telah sama. Akan sangat disayangkan jika perpisahan hanya oleh sebab tidak ‘berdarah’. That’s it.
Sebuah quote seorang teman, “aku menikahi masa depanmu, bukan masa lalumu“.
Sumber foto: ngegugling
Yang kita ketahui sejak kasus Nazarudin muncul, SEA GAMES 2011 yang akan di laksanakan di negri kita tercinta ini seketika berubah buruk rupa dan berwajah cacat. Beberapa pihak swasta menjadi enggan, menghindar, atau menghulur waktu untuk melakukan deal kerjasama. Miris bukan? Bahkan banyak pula yang tuding sana tuding sini untuk menunjuk orang-orang yang seharusnya bertanggung jawab terhadap keburukan ini.
Namun, apakah banyak juga orang-orang yang ingin turut menyukseskan perhelatan kabar ini?
Bukan sekali-dua kali saya dan beberapa teman membuka obrolan seputar SEA GAMES kepada teman-teman dekat maupun komunitas lokal yang ada. Dan tidak sedikit perbincangan kami diawali dengan celaan dan makian kepada beberapa oknum pemerintahan yang tidak letih menggarap uang dari hasil korupsi.
Maka apakah dengan memperbincangkan atau mendiskusikan kasus-kasus tersebut akan mengubah SEA GAMES 2011 yang tinggal hitungan hari ini akan seketika berubah jadi lebih baik dan luar biasa?
Jawabnya tidak.
Tidak akan mengubah apapun. Kecuali, mulai dari sekarang kita membangun citra bangsa kita, mengusung perhelatan akbar ini menjadi meriah dan luar biasa. Hal negatif yang muncul di sekitar SEA GAMES ini hendaknya kita tekan dengan perbanyak meluapkan citra positif yang bisa kita “marketing”kan. Berikanlah kontribusi positif apapun, sekecil apapun, banyak atau sedikit, nyata ataupun tersembunyi.
Indonesia SIAP!!
Saya sudah berkeliling venues area di Jakabaring ketika bulan puasa, selepas lebaran, dan terakhir dua pekan lalu. Do you know what i see? Kenyataannya saya memang tidak bisa membangun tembok-tembok tinggi, kursi-kursi penonton, menanam rumput-rumput hijau, atau bahkan mengisi air di kolam venue akuatik. Ada yang menggelitik hati saya. Bisakah saya melakukan sesuatu untuk menjadikan perhelatan ini lebih baik?
Menyambut SEA GAMES 2011 seumpama menyambut tamu kehormatan yang akan bertandang ke rumah kita, yang akan menyebar aura sportifitas, optimisme, dan persahabatan. Sungguh indah bukan? Yakinlah, segala kekurangan dan hal negatif yang ada, dapat kita kubur dengan sebanyak-banyaknya membangun citra dan aura positif di negri kita. Dengan memanfaatkan segala jejaring sosial yang kita pakai sehari-hari, mari kita dukung, dan senantiasa berdoa agar SEA GAMES 2011 yang akan di laksanakan di Indonesia berjalan lancar dan sukses!
Tempat tinggal saya kebetulan masih di daerah perkampungan. Tapi secara geografis posisinya dekat dengan pusat kota. Mau ke mall atau ke pasar tradisonal bisa ditempuh dengan waktu pendek. Dulu kampung kami ini banyak ustadznya, banyak hafiznya, dan terkesan religius, mengingat sejarah kakek buyut yang sejak jaman pendudukan Jepang dan Belanda, mereka sudah bermukim di sini. Namun seiring berjalannya waktu, banyak sekali yang berubah. Karena berkembang biaknya manusia kian banyak, maka keturunan dari keluarga asli banyak yang tidak di sini lagi, “terpaksa” mencari hunian di tempat lain karena kampung kami sudah sesak. Pendatang-pendatang lain dari jawa maupun dari dusun sudah mewarnai, mengubah pola pikir, dan membentuk kebiasaan baru. Namun dampak positifnya lebih redup dari dampak negatif.
Alhasil makin kemari, kampung kami makin terkenal dengan daerah “texas” alias rawan. Kerap kali polisi keluar masuk kampung ini. Yang tersangkut jual-beli narkoba, minuman keras, judi, dan pernah juga kedatangan keluarga besar yang menuduh seorang perempuan di sini merebut suami orang. Ebuseett deh! *waktu denger berita ini, adegannya persis di sinetron.
Ada satu kebiasaan warga, yang bila ada hajatan, kendurian, ulang tahun, dan sejenis pesta lainnya sering mengundang hiburan berupa orgen tunggal (OT), yang musiknya serasa di klub malam. Waktu saya duduk di kelas 1 SMA sekitar tahun 2001, tetangga saya sedang ada hajatan menikahkan dua anaknya. Waktu itu, hiburan OT ini belum ada larangan main hingga dini hari sekali pun. Dari sore saya sudah mencari info apakah OT akan main malam ini, sekaligus memperingatkan keluarga tersebut agar sebaiknya tidak mengadakan. Tapi ternyata OT tetap jalan, saya naik pitam sampai datang ke keluarga mereka. Mereka bilang bahwa OT itu bukan mereka yang sewa, tapi orang lain yang uangnya hasil dari urunan warga. Saya gak habis pikir sama tetangga saya tersebut yang mau-maunya meminjamkan halaman rumahnya untuk pesta yang tidak diadakannya. Saya kesal bukan main, dan pulang sambil menangis karena kesal.
Dan hari ini, untuk yang kesekian kali, OT main lagi. Tapi lucunya, ini dalam rangka ulang tahun. Sabtu malam kemarin ada pesta yang menampilkan tari india, dan siang ini orgen tunggal. Saya heran dengan rangkaian pestanya yang melebihi rangkaian pesta pernikahan. Isu punya isu, ternyata yang punya hajatan ini adalah bos-nya pengedar narkoba di kampung ini dan kampung lainnya. Syukuran mungkin dipikirnya. Sementara rumah tetangga persis di sebelah rumah saya mengadakan walimatussafar syukuran akan naik haji. Dua acara yang bertolak belakang. Acara OT siang hari ini sangat ramai didatangi orang. Bahkan saya sampai tidak mengenal wajah-wajah pendatang, yang memang sepertinya sengaja mencari hiburan OT sekalipun berada jauh dari rumahnya. Motor-motor parkir sembarangan di sepanjang lorong. Botol minuman keras dimana-mana, orang menegaknya di tengah jalan tanpa rasa malu. Dan yang sudah setengah sadar oleh obat dengan semangatnya joget dan geleng-geleng kepala sepanjang musik bising dimainkan.
Memang sekitar tahun 2002 itu keluar peraturan bahwa musik OT hanya boleh di setel sampai pukul 5 sore, atau paling lambat sebelum maghrib, dan tidak ada OT di malam hari. Jika ada yang main OT malam, maka siap-siap saja selalu ada pengaduan ke kantor polisi, dan sekelompok polisi pasti datang ke TKP untuk membubarkan acara. Saya bersyukur bahwa sekarang di Palembang sudah sangat jarang OT di malam hari. Siang hari aja bikin sebel, apalagi malam hari. Tapi lain halnya ketika 2009 lalu saya KKN. Di kabupaten luar kota Palembang, OT masih boleh dimainkan di malam hari. Teman-teman KKN saya saat itu juga pernah ditawari tuak oleh bapak-bapak di sana tanpa rasa malu kepada pendatang. Ah, banyak sekali pergeseran moral yang terjadi karena kemajuan zaman. Sayangnya, orang-orang daerah belum sempat memfilter diri dengan kemajuan tersebut, sehingga dampaknya kelihatan lebih buruk.
OT di kampung
Subhanallooh gantengnya…, dan rasanya gak bisa berhenti berucap seperti itu walau dalam hati. Christian Bautista sudah sukses membuat hatiku melting. Bukan hanya tampang innocent-nya saja, tapi suara emas dan pelengkap gayanya bergitar membuat lemas sendi-sendiku saat menonton film yang dibintanginya.
Adalah Jayden yang diperankan CB, seorang musisi jalanan yang masih berusaha menapak hidupnya menjadi musisi agar terkenal dan menghasilkan di Filipina. Manggung dari cafe ke cafe, sampai suatu hari setelah pulang dari cafe ke rumah bibinya ia melangkah dengan kalut, gamang, gak ada uang, dan gak ada hasil. Bibinya menyarankan agar Jayden pergi ke Jakarta dan tinggal bersama ibunya. Ternyata Jayden ini anak brokenhome, ayah ibunya bercerai, dan ibunya pulang ke Jakarta. Dia pun pergi ke Jakarta.
Ibunya (Ira Wibowo), sudah berkeluarga lagi, dan keluarganya sangat hangat dan harmonis. Ibunya membina sebuah sekolah untuk anak-anak yang perlu mendapat perlakuan khusus, sebutlah Sekolah Luar Biasa (SLB). Tau kan yang sekolah di sana, mulai dari anak cacat, sampai anak dengan gangguan mental. Ibunya Jayden ingin memanfaatkan bakat musisi Jayden agar bisa membantu kelas musik di SLB itu. Awalnya Jayden menolak, tapi lama kelamaan Jayden melihat banyak anak unik dengan suara emas di sekolah itu. Jayden membentuk paduan suara atau choir di kelas tersbut untuk tampil di kompetisi paduan suara. Ternyata ada yang suka ada juga yang tidak suka.
Yang membuat hati bergetar-getar saat menontonnya adalah permainan suara. Suara-suara emas, mulai dari suara CB sendiri, sampai ke suara anak-anak yang bernyanyi sungguh indah. Jujur saja, beberapa scene terkesan dipaksakan dan tidak alami. Tapi memang harus diakui, hadirnya CB di film ini betul-betul sangat menutupi kekurangannya.
Bisa saya katakan tidak ada sama sekali adegan-adegan romantis antara dua pasang hati, karena walaupun sepertinya salah seorang guru perempuan jatuh hati pada Jayden, tidak sempat ada pernyataan cinta, sehingga film ini cocok untuk ditonton anak-anak, seperti halnya Laskar Pelangi misalnya. Eh, memang settingannya untuk film keluarga kali yak. Entah mengapa, film yang indah ini kok agak kurang penontonnya dan kurang heboh gembar-gembor iklannya. Padahal di sini kita bisa melihat sisi lain sekolah untuk anak yang tidak umum. Pelajaran lain yang bisa diambil adalah perlunya menjaga kehangatan keluarga, senantiasa memberi motivasi, dan selalu menghargai orang lain.
Satu hal yang bikin saya melting abiis adalah adegan di awal Jayden masuk ke sekolah ini dan menyanyi sambil memainkan gitarnya di hadapan anak-anak….

Ratenya: 7 dari 10